jelaskan tentang khotbah ketiga yang diberikan oleh buddha

1 jelaskan tentang kerjasama yang berkaitan dengan sila ketiga pancasila!2. tuliskan 3 manfaat kerjasama!3. tuliskan 3 contoh sikap rela berkorban di sekolah kalian!4. Jelaskanmengenai aspek 5W 1H dalam mendengarkan sambutan atau khotbah. Question from @Ecclesia - Sekolah Menengah Atas - B. indonesia Who , Where , When , Why , What 1H : How yaitu memberi informasi dengan apa saja isi dari khotbah tersebut , siapa yang melakukan khotbah tersebut , dimana khotbah tersebut dilaksanakan/dilakukan , kapan Khotbahadalah salah satu cara yang dipakai untuk mengkomunikasikan pesan. [1] Dalam tradisi Kristen, pesan ini didasarkan pada apa yang tertulis di dalam Alkitab atau yang biasa disebut TANYAJAWAB: Tanya 01 : Apakah dalam Agama Buddha ada surga dan neraka, seperti dalam agama lain? Jawab : Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa terdapat tiga tujuan hidup seorang umat Buddha yaitu bahagia di dunia, kemudian, bahagia setelah kehidupan ini yaitu terlahir di alam surga dan juga bahagia karena terbebas dari kelahiran kembali ketika Wahai para bhikkhu, ada tiga perasaan ini. Tiga yang manakah? #Perasaan suka, perasaan duka, perasaan bukan duka-dan bukan pula-suka ” Bait yang disampaikan oleh #Buddha ini terekam di Khotbah tentang Perasaan yang Pertama (Paṭhamavedanā Sutta Iti. 52). Di sutta ini Buddha membicarakan tentang kehancuran perasaan. Mengapa perasaan perlu dihancurkan? Silakan Chat Et Rencontre En Ligne Gratuit. Kumpulan contoh soal pelajaran Pendidikan Agama Buddha kelas 7 SMP - Soal Pendidikan Agama Buddha Kelas 7 SMP ini terdiri dari 40 soal pilihan ganda, dan 40 soal soal Pendidikan Agama Buddha ini ditujukan bagi para pelajar atau perserta didik untuk membantu proses belajar atau mempersiapkan diri dalam menghadapi tes sekolah seperti ulangan, UTS, UAS, UKK, atau ujian sekolah lainnya. Kumpulan soal ini juga ditujukan bagi para guru atau pendidik dan mahasiswa sebagai sarana referensi atau sebagai contoh pembuatan soal dan digunakan sebaik mungkin untuk menunjang proses PILIHAN GANDA1. Buddha berdiam di kamar batu permata yang diciptakan- Nya dan bermeditasi Abhidhamma pada Minggu ke....a. satub. duac. tigad. empat2. Selama Minggu ketujuh, Buddha bermeditasi dibawah pohon Rajayatana. Pada hari yang ke 50 setelah puasa Buddha ada dua orang pedagang yang mempersembahkan makanan dari beras dan madu, orang tersebut adalah ...a. Sariputra dan Moggalanab. Tapussa dan Bhallikac. Sujata dan Anatapindikhad. Yasa dan Ayahnya3. Selama Minggu pertama, Buddha duduk bermeditasi di bawah pohon Bodhi dan menikmati keadaan yang terbebas sama sekali dari gangguan–gangguan batiniah, sehingga batin-Nya tenang sekali dan penuh kedamaian. Keadaan ini adalah keadaan ...a. jhana b. abhinna c. surgad. nibbana4. Sebagai ungkapan rasa terima kasih dan penghargaan kepada pohon yang telah memberi–Nya tempat untuk berteduh sewaktu berjuang mencapai tingkat Buddha, yang dilakukan oleh Buddha pada Minggu kedua adalah ....a. bermeditasi di bawah pohon bermeditasi di hutan berdiri di dekat pohon Bodhi memandangi tanpa berkedip selama bersujud kepada pohon Bodhi sebagai ungkapan terima kasih selama Untuk menyakinan para dewa–dewa di surga yang masih meragukan apakah benar Beliau telah mencapai penerangan Sempurna yang dilakukan oleh Buddha adalah ....a. menciptakan kamar batu permata yang tembus mengeluarkan sinar aura yang tidak bias dihalangi oleh berjalan mondar – mandir di atas jembatan emas yang berjalan di atas Buddha awalnya tidak berniat mengajarkan ajaranNya karenaa. Ajaran Beliau bersifat ilmu batin Ajaran Beliau sudah umum diketahui orang Sudah banyak orang suci di India zaman Ajaran Beliau sangat sulit dipahami oleh orang yang batinnya Yang mengingatkan Buddha agar tetap mau mengajarkan ajarannya adalaha. Dewa Brahmab. Maha Brahmac. Brahma Viharad. Brahma Sahampati8. Setelah berjanji akan mengajarkan ajarannya Beliau pertama kali akan mengajarkan kepadaa. Udaka Ramaputrab. Udaka Kalamac. Alara Kalamad. Alara Ramaputra9. Khotbah kedua diberikan Buddha kepadaa. Lima pertapab. Yasac. Ayah Yasad. Tapussa dan Ballika10. Setelah kelima pertapa bersedia mendengarkan khotbahNya, Buddha memberikan khotbahnya yang dikenal dengan .....a. Sigalovada Suttab. Manggala suttac. Anattalakhana Suttad. Dhammacakkappavatthana Sutta11. Salah satu kriteria agama Buddha di Indonesia adalah .....a. adanya arahatb. adanya hukum Kesunyataanc. adanya kebenarand. adanya Bodhisatva12. Atthi ajatam abhutam akatam asamkatam adalah bukti bahwa agama Buddha mengakui adanya ....a. Nibbanab. Boddhisatvac. Tuhan Yang Maha Esad. Hukun Karma13. Seorang Boddhisatta mempunyai kesadaran Buddha yang disebut juga .....a. Bodhisatvab. Bodhic. Bodhicittad. Arahat14. Hukum Kebenaran Mulia yang ketiga adalah ....a. Jalan menuju lenyapnya Dukkhab. Lenyapnya Dukkhac. Sebab Dukkhad. Dukkha15. Bagian dari hukum yang menjelaskan tentang adanya kondisi yang tidak kekal, tanpa aku dan tanpa inti disebuat ....a. Hukum karmab. Punarbhavac. Hukum Tilakhanad. Hukum empat Kebenaran Mulia16. Salah satu syarat umat Buddha menjadi samanera adalah . .a. tidak memerlukan izin dari orang tuab. tidak cacat mentalc. boleh tidak memiliki jubahd. boleh memiliki hutang17. Para anggota Bhikkhu sangha disebut juga.....a. Gharavasab. Samanera c. pabbajitad. samaneri18. Sedangkan kelompok umat Buddha perumah tangga disebut juga ...a. Gharavasa b. Samanera c. pabbajitad. samaneri19. Umat Buddha laki – laki yang telah menyatakan dirinya berlindung pada Triratna disebut ....a. Upasaka b. Samanera c. pabbajitad. samaneri20. Sila yang harus dijalankan oleh seorang samanera berjumlah?a. 5 b. 8 c. 10d. 22721. Pancasila Buddhis adalah lima latihan moral yang dilaksanakan oleh....a. Bhikkhub. Samanerac. Samanerid. Upasaka -upasika22. Sila pertama Pancasila Buddhis merupakan kehendak atau tekad untuk menghindari . . . .a. mengonsumsi dagingb. mengambil barang milik orang lainc. menggosip dengan temand. penganiayaan makhluk hidup23. Meningkatnya pecandu narkoba dan obat terlarang merupakanbentuk pelanggaran terhadap sila ke . . . .a. 5 b. 4 c. 3d. 224. Pelanggaran sila pertama pancasila Buddhis dapat dicegah dengan mengembangkan ....a. Samma ajivab. Metta karunac. saccad. sati sampajanna25. Memiliki sikap selalu ingat dan waspada berarti telah memiliki sikap .....a. sati – sampajana b. metta karuana c. saccad. samma ajiva26. Pancadhamma disebut sebagai sila yang ....a. Aktifb. Pasifc. Menengahd. kecil27. Metta – karuna berkaitan dengan sila ke .... Pancasilaa. Satub. Duac. Tigad. empat28. Pencaharian benar disebut juga ....a. Metta- karunab. Santhutic. Samma ajivad. sacca29. Penahanan diriterhadap nafsu keinginan disebut juga ....a. Metta – karunab. Santhutic. Saccad. kamasavara30. Benar dan perbuatan, ucapan dan pikiran disebut ....a. Metta – karunab. Santhutic. Saccad. kamasavara31. Perubahan yang terjadi pada remaja yang paling menonjol dipengaruhi oleh ....a. orang tuab. keluargac. lingkungand. teman32. Agar terhindar dari pergaulan yang salah kita renungkan dan laksanakan sabda Buddha dalam Dhammapada gatha ...a. 328b. 329c. 330d. 33133. Pergaulan bebas dapat melanggar sila pancasila buddhis sila ke .....a. 5b. 4c. 3d. 134. Sutta yang membahas ttg kemerosotan atau keruntuhan spiritual adalah ....a. Karaniyametta Suttab. Parabhava Suttac. Sigalovada Suttad. Dhammacakhapavathana sutta35. Sahabat yang harus kita miliki adalah sahabat baik. Sahabat baik disebut juga ....a. Akalyanamittab. Kalyanamittac. Paramittad. Sad Paramitta36. Karena manusia mahkluk saling membutuhkan satu sama yang lainnya, maka manusia disebut sebagai makhluk ....a. Individub. mandiric. Sociald. berbudaya37. Pengertian pergaulan menurut Kamus bahasa Indonesia adalah ....a. Adanya hubungan antar manusiab. Pergaulan yang berpedoman pada agamac. Hal bergaul dalam hidup bermasyarakatd. Hubungan yang serasi antara teman38. Keadaan yang dimulai dengan adanya kehendak dari seseorang untuk berpantang disebut ....a. Adhita b. Nekhama c. Danad. sila39. Sutta yang berisi wejangan Buddha kepada Sigala terdapat dalam Sutta ....a. Karaniyametta Suttab. Nidhikhandhaka Suttac. Manggal Suttad. Sigalovada Sutta40. Ada empat dorongan yang membuat seseorang melakukan kejahatan antara lain...a. Kebodohanb. Kepandaianc. Kecemasand. KekwatiranKumpulan Contoh Soal Semua Pelajaran SMP/MTs BukaSOAL ESSAYJelaskan arti warna-warna sinar yang terpancar dari tubuh Buddha!Orang yang mempersembahkan bubur susu kepada Pangeran Siddharta sebelum Beliau mencapai Penerangan Sempurna adalahSetelah Bodhisattva Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Sempurna, Beliau menghabiskan waktu menikmati kebahagiaan selama . . . .Sepanjang minggu pertama, Buddha meresapi Kebahagiaan Kebebasan dengan sikap . . .Salah satu yang perlu dihancurkan dalam diri sendiri agar penderitaan dapat dilenyapkan adalahMengapa Buddha ragu-ragu untuk mengajarkan ajarannya?Apa manfaat bagi Tapussa dan Ballika kalau mereka mempersembahkan tepung dan madu kepada Buddha?Mengapa mula-mula lima pertapa teman bertapa Pangeran Sidharta tidak mau menyambut kedatangan Buddha di hutan Uruvela?Jelaskan yang dimaksud dengan lima tentang khotbah ketiga yang diberikan oleh 6 kriteria agama Buddha !Tuliskan unsur–unsur yang ada dalam Paticcasammupada !Apakah Boddhisatva itu ?Kelahiran mahkluk melalui kandungan disebut juga ?Tujuan akhir umat Buddha adalah?Jelaskan tujuan orang menganut suatu agama?Tuliskan syarat – syarat menjadi samanera !Jelaskan tugas-tugas yang harus dilakukan sebagai umat awam terhadap para pabbajita?Sila yang dijalankan oleh Bhikku Theravada ada ..... silaSila yang dijalankan oleh Bhikkuni mahayana ada ..... silaJelaskan manfaat umat Buddha melaksanakan sila kelima dalam kehidupan sehari-hari !Apakah yang termasuk dalam Pancadharma?Bagaimana hubungan Pancadharma dan Pancasila Buddhis?Yang merupakan sila yang bersifat aktif adalah?Menahan diri dari hawa nafsu disebut juga?Apakah yang dimaksud dengan pancadhamma ?Tuliskan yang termasuk pancadhamma !Sati sampajanna artinya?Puas dengan apa yang dimiliki disebut juga?Jelaskan hubungan pancasila dan pancadhamma !Hiri artinya?Ottappa artinya?Pergaulan bebas dalam agama Buddha disebut pelanggaran?Hal – hal apakah yang menyebabkan kemerosotan?Mengapa remaja masa kini ada yang terjejak dalam pergaulan salah ?Apakah yang dimaksud dengan pergaulan Buddhis ?Tuliskan syarat – syarat dari ucapan benar !Apakah permulaan dari batin yang luhur ?Buddha berkhotbah Sigalovada Sutta ketika berada di?Sebutkan makna enam arah yang dipuja oleh Sigalo!Contoh Soal Pelajaran PA Buddha Kelas 7 SMPSumber Buku PA Buddha Kelas 7 SMP Bahan untuk membuat kuah santan adalah A. santan, susu kental manis, daun suji B. santan, daun suji, hunkwe C. Santan, daun pandan, dan garam D. Santa … n, daun pandan, dan gula 42 Kelas VII SMP Secara garis besar BAB II berisi tentang 1. Keraguan Buddha untuk mengajarkan Dhamma karena Beliau merasa bahwa ajaran yang Beliau temukan sangat sulit untuk dipa- hami manusia. Akhirnya karena jasa Brahma Sahampati Buddha bersedia mengajarkan ajarannya. 2. Setiap pelaksanaan pujabakti umat Buddha melantunkan paritta Aradhana Dhammadesana untuk memohon khotbah kepada ang- gota Sangha. 3. Murid pertama Buddha umat awam upasaka yaitu Tapussa dan Bhalika. 4. Murid pertama yang menjadi anggota Sangha adalah lima pertapa bekas teman Buddha saat enam tahun menjadi Pertapa di hutan Uruvela dengan upasampada “ehi bhikkhu.” 5. Ajaran pertama adalah empat kebenaran mulia Catur ariya sac- cani dan dikenal sebagai Pemutaran Roda Dharma. 6. Peristiwa Buddha pertama mengajarkan ajaran-Nya setiap tahun diperingati umat Buddha sebagai hari Asadha. 7. Lima siswa Buddha mencapai Nibbana. 8. Khotbah kedua yang dinamakan Anattalakkhana Sutta Sutta tentang corak umum tanpa diri yang kekal dan khotbah ketiga yang dinamakan Aditta Pariyaya Sutta Sutta tentang semua dalam Keadaan Terbakar. 9. Khotbah kepada Yasa yang merupakan anak seorang pedagang kaya. Yasa akhirnya menjadi Arahat sewaktu Buddha mengulang uraian tersebut di hadapan ayahnya. 10. Teman-teman Yasa juga mengikuti jejak Yasa menjadi siswa Bud- dha dan mencapai Arahat semua, sehingga siswa Buddha yang mencapai Arahat berjumlah 60 orang. 11. Misi agama Buddha dimulai dengan perintah Buddha kepada 60 Arahat siswa Buddha untuk mengembara kesegenap arah memba- barkan Dhamma yang penuh dengan cinta kasih. 12. Ayah Yasa menjadi siswa dan memiliki Mata Dhamma setelah mendengar khotbah Buddha. 13. Upasampada bhikkhu oleh siswa-siswa Buddha karena sangat menyulitkan kalau setiap orang ingin menjadi bhikkhu harus men- emui Buddha sendiri. Upasampada dengan memanjatkan paritta Tisarana yang dinamakan Tisaranagamana. RANGKUMAN Ayo Mengomunikasikan Uraikan hasil diskusimu di depan kelas untuk mendapat masukan dari teman-temanmu 1. _________________________________________ 2. _________________________________________ 42 Kelas VII SMP 43 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti EVALUASI I. Pilihlah jawaban yang paling tepat 1. Buddha awalnya tidak berniat mengajarkan ajaranNya karena a. Ajaran Beliau bersifat ilmu batin semata. b. Ajaran Beliau sudah umum diketahui orang banyak. c. Sudah banyak orang suci di India zaman itu. d. Ajaran Beliau sangat sulit dipahami oleh orang yang batinnya kotor. 2. Yang mengingatkan Buddha agar tetap mau mengajarkan ajarannya adalah a. Dewa Brahma b. Maha Brahma c. Brahma Vihara d. Brahma Sahampati 3. Setelah berjanji akan mengajarkan ajarannya Beliau pertama kali akan mengajarkan kepada a. Udaka Ramaputra b. Udaka Kalama c. Alara Kalama d. Alara Ramaputra 4. Khotbah kedua diberikan Buddha kepada a. Lima pertapa b. Yasa c. Ayah Yasa d. Tapussa dan Ballika 5. Setelah kelima pertapa bersedia mendengarkan khotbahNya, Buddha memberikan khotbahnya yang dikenal dengan ….. a. Sigalovada Sutta b. Manggala sutta c. Anattalakhana Sutta d. Dhammacakkappavatthana Sutta 43 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti 44 Kelas VII SMP II. Jawablah dengan uraikan yang jelas dan tepat 1. Mengapa Buddha ragu-ragu untuk mengajarkan ajarannya? 2. Apa alasannya seorang makhluk dewa meminta agar Buddha mau mengajarkan ajarannya? 3. Apa manfaat bagi Tapussa dan Ballika kalau mereka mempersembahkan tepung dan madu kepada Buddha? 4. Cerikan bagaimana caranya agar Buddha dapat menerima persembahan tepung dan madu dari Tapussa dan Ballika? 5. Mengapa mula-mula lima pertapa teman bertapa Pangeran Sidharta tidak mau menyambut kedatangan Buddha di hutan Uruvela? 6. Jelaskan yang dimaksud dengan lima khandha. 7. Jelaskan tentang khotbah ketiga yang diberikan oleh Buddha. 8. Mengapa Yasa merasa jijik pada kehidupan sehari-harinya? 9. Apa misi enam puluh Arahat siswa Buddha yang diperintahkan Buddha mengembara sendiri-sendiri tidak boleh berdua-dua ke seluruh penjuru? 10. Ceritakanlah cara Upasampada bhikkhu pada zaman Buddha hidup. 44 Kelas VII SMP 45 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti KRITERIA AGAMA BUDDHA III Bab Tarik napas pelan-pelan, katakan dalam hati “Aku Tahu.” Hembuskan napas pelan-pelan, katakan dalam hati “Aku Tahu.” Tarik napas pelan-pelan, katakan dalam hati “Aku Tenang.” Hembuskan napas pelan-pelan, katakan dalam hati “Aku Bahagia.” Ayo Mengamati Amatilah gambar di bawah ini Tahukah kalian, kejadian apa saja ketiga gambar tersebut ? A. Agama Buddha Agama Buddha atau sering disebut Buddha dhamma atau Buddha Dharma merupakan salah satu agama di dunia dipeluk oleh hampir 1 milyar penduduk dunia di berbagai negara. Negara-negara yang sebagian besar penduduknya memeluk agama Buddha yaitu Thailand, Srilanka, Birma, Nepal, Tibet, Jepang, Korea, Tiongkok, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Taiwan. Disamping itu yang cukup banyak umat Buddhanya yaitu di Singapura, Malaysia, India, dan Indonesia. Mengamati Bacalah teks di bawah ini dengan cermat Gambar Ilustrasi Sidharta lahir Sumber Gambar Ilustrasi Buddha mengajarkan Dharma Gambar Ilustrasi Buddha Parinibbana 45 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti 46 Kelas VII SMP Agama Buddha dibabarkan oleh Sidhartha Gautama sebagai hasil 26 Kelas VII SMP “Kenyataannya memang demikian, oh Bhikkhu, lima Khandha yang lampau atau yang ada sekarang, kasar atau halus, menyenangkan atau tidak menyenangkan, jauh atau dekat, harus diketahui sebagai Khandha kelompok kehidupankegemaran semata-mata. Selanjutnya, engkau harus melakukan perenungan dengan memakai kebijaksanaan, bahwa semua itu bukanlah milikmu’ atau kamu’ atau dirimu’. Siswa Yang Ariya yang mendengar uraian ini, oh Bhikkhu, akan melihatnya dari segi itu. Setelah melihat dengan jelas dari segi itu, ia akan merasa jemu terhadap lima Khandha tersebut. Setelah merasa jemu, ia akan melepaskan nafsu-nafsu keinginan. Setelah melepaskan nafsu-nafsu keinginan batinnya, ia tidak melekat lagi kepada sesuatu. Karena tidak melekat lagi kepada sesuatu, akan timbul Pandangan Terang sehingga ia mengetahui bahwa ia sudah terbebas. Siswa Yang Ariya itu tahu bahwa ia sekarang sudah terbebas dari tumimbal lahir, kehidupan suci telah dilaksanakan dan selesailah tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu pun yang masih harus dikerjakan untuk memperoleh Penerangan Agung.” Sewaktu kelima bhikkhu tersebut merenungkan khotbah Buddha, mereka semua dapat membersihkan diri mereka dari segala kekotoran batin Asava. Mereka terbebas seluruhnya dari kemelekatan Upadana dan mencapai tingkat kesucian yang tertinggi, yaitu Arahat. Releksi Buddha menjelaskan tentang lima Khandha, yaitu kelompok badan jasmani, perasaan, pencerapan, pikiran dan kesadaran, merupakan sesuatu yang tidak kekal. Badan jasmani setiap saat selalu berubah, misal rambut bertambah panjang. Perasaan selalu berubah, misalnya sebentar senang sebentar sedih. Pencerapan berubah, misal kadang menganggap benar kadang tidak benar. Pikiran selalu berubah, misal sedang memikirkan pelajaran lalu ganti memikirkan sepakbola. Demikian pula kesadaran, kadang kita sadar penuh, kadang kurang sadar terhadap apa yang sedang kita hadapi. Diskusikan dengan teman sambil dirasakan dan berikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari yang dimaksud dengan ketidakkekalan badan jasmani, perasaan, pencerapan, pikiran, dan kesadaran. B. Khotbah Ketiga Khotbah ketiga ini dinamakan Aditta Pariyaya Sutta Sutta tentang semua dalam Keadaan Terbakar yang dapat diringkas sebagai berikut. “Semua dalam keadaan berkobar, o para bhikkhu Apakah, o para bhikkhu, yang terbakar?” “Mata dalam keadaan terbakar. Bentuk dalam keadaan terbakar. Kesadaran mata dalam keadaan terbakar. Sentuhan mata dalam keadaan terbakar. Perasaan yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan atau menyakitkan maupun tidak menyakitkan, timbul dari sentuhan mata dalam keadaan terbakar.” Oleh apakah ia dinyalakan? Aku nyatakan dengan api nafsu keinginan, kebencian, ketidaktahuan, kelahiran, kesakitan, dan keputusasaan ia dinyalakan. Dengan merenungkan itu, o para Bhikkhu, siswa 27 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Ariya yang terpelajar menjadi jijik terhadap mata, bentuk, kesadaran mata, sentuhan mata, perasaan apa pun yang menyenangkan, menyakitkan, tidak menyenangkan maupun tidak menyakitkan, Ia timbul dari sentuhan dengan mata. Ia menjadi muak dengan telinga, suara, hidung, bau, lidah, rasa, badan, sentuhan, pikiran, objek mental, kesadaran batin, sentuhan batin, perasaan apa pun menyenangkan maupun tidak menyenangkan atau menyakitkan maupun tidak menyakitkan. Ia timbul karena sentuhan dengan batin. Dengan muak ia lepaskan, dengan pelepasan ia bebas. Ia memahami bahwa kelahiran telah berakhir, menjalani kehidupan suci, melakukan apa yang harus dilakukan, dan di sana tidak ada keadaan seperti ini lagi.” Ketika Buddha Gotama menyimpulkan khotbah ini, semua bhikkhu menghancurkan semua kekotoran batin dan mencapai tingkat Arahat. Releksi Nafsu keinginan, kebencian, kemarahan, dan keputusasaan meliputi banyak orang. Hal itu dapat menjerumuskan manusia ke jurang kehancuran. Sebagai contoh kita tidak mampu menahan nafsu ingin memiliki barang milik orang lain lalu mencurinya. Apa yang akan terjadi? Berikanlah beberapa contoh dari sejumlah rasa hati dan pikiran yang mungkin dapat menyebabkan kerugian bagi diri kita sendiri. C. Khotbah kepada Yasa Pada masa itu, di Benares tinggal seorang anak muda bernama Yasa, anak seorang pedagang kaya raya. Yasa memiliki tiga buah istana dan hidup dengan penuh kemewahan dikelilingi oleh gadis-gadis cantik yang menyajikan berbagai macam hiburan. Kehidupan yang penuh kesenangan ini berlangsung untuk beberapa lama sampai pada satu malam di musim hujan, Yasa melihat satu pemandangan yang mengubah seluruh jalan hidupnya. 28 Kelas VII SMP Malam itu ia terbangun di tengah malam dan dari sinar lampu di kamarnya, Yasa melihat pelayan- pelayannya sedang tidur dalam berbagai macam sikap yang membuatnya jemu. Ia merasa seperti berada di tempat pekuburan dengan dikelilingi mayat-mayat yang bergelimpangan. Karena tidak tahan lagi melihat keadaan itu, dengan mengucapkan, “Alangkah menakutkan tempat ini Alangkah mengerikan tempat ini”, Yasa memakai sandalnya dan meninggalkan istana dalam keadaan pikiran kalut dan penuh kecemasan. Ia berjalan menuju ke Taman Rusa Isipatana. Waktu itu menjelang pagi hari dan Buddha sedang berjalan-jalan. Sewaktu berpapasan dengan Yasa, Buddha menegur, “Tempat ini tidak menakutkan. Tempat ini tidak mengerikan. Mari duduk di sini, Aku akan mengajarmu.” Mendengar sapaan Buddha, Yasa berpikir, “Kalau begitu baik juga kalau tempat ini tidak menakutkan dan tidak mengerikan.” Yasa membuka sandalnya, menghampiri Buddha, memberi hormat dan kemudian duduk di sisi Buddha. Buddha memberikan uraian yang disebut Anupubbikatha, yaitu uraian mengenai pentingnya berdana, hidup bersusila, tumimbal lahir di surga sebagai akibat dari perbuatan baik, buruknya mengumbar nafsu-nafsu, dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi. Selanjutnya Buddha memberikan uraian tentang empat Kesunyataan Mulia yang dapat membebaskan manusia dari nafsu-nafsu keinginan. Setelah Buddha selesai memberikan uraian, Yasa memperoleh Mata Dharma sewaktu masih duduk di tempat itu Yasa mencapai tingkat Arahat sewaktu Buddha mengulang uraian tersebut di hadapan ayahnya. Yasa mohon kepada Buddha untuk ditahbiskan menjadi bhikkhu. Buddha mentahbiskannya dengan menggunakan kalimat yang juga digunakan untuk mentahbiskan lima murid-Nya yang pertama, yaitu “Ehi bhikkhu, Dharma telah dibabarkan dengan jelas. Laksanakanlah kehidupan suci.” Perbedaannya bahwa Buddha tidak mengucapkan “Dan singkirkanlah penderitaan” karena Yasa pada waktu itu sudah mencapai tingkat Arahat. Dengan demikian, pada waktu itu sudah ada tujuh orang Arahat Buddha sendiri juga seorang Arahat, tetapi seorang Arahat istimewa karena mencapai Kebebasan dengan daya upaya sendiri. Keesokan harinya dengan diiringi Yasa, Buddha pergi ke istana ayah Yasa dan duduk di tempat yang telah disediakan. Ibu dan istri Yasa keluar dan memberi hormat. Buddha kembali memberikan uraian tentang Anupubbikatha dan mereka berdua pun memperoleh Mata Dharma. Mereka memuji keindahan uraian tersebut dan mohon dapat diterima sebagai Upasika dengan berlindung kepada Buddha, Dharma, dan Sangha untuk seumur hidup. Mereka adalah pengikut-pengikut wanita pertama yang berlindung kepada Tiga Mustika Buddha, Dharma, dan Sangha. Setelah itu, makan siang disiapkan dan kedua wanita itu melayani sendiri Buddha dan Yasa dengan hidangan lezat. Sehabis makan siang, Buddha dan Yasa kembali ke Taman Rusa Isipatana. Di Benares, Yasa mempunyai empat orang sahabat, semuanya anak-anak orang kaya yang bernama Vimala, Subahu, Punnaji, dan Gavampati. Mereka mendengar bahwa Yasa sekarang sudah menjadi bhikkhu. Mereka menganggap bahwa ajaran yang benar-benar sempurnalah yang dapat menggerakkan hati Yasa untuk meninggalkan kehidupannya yang mewah. Oleh karena itu, mereka menemui Bhikkhu Yasa yang kemudian membawa keempat kawannya itu menghadap Buddha. Setelah mendengar khotbah Buddha, mereka semua memperoleh Mata Dharma dan kemudian diterima menjadi bhikkhu. Setelah mendapat penjelasan tambahan, keempat orang ini dalam waktu singkat mencapai tingkat Arahat. Dengan demikian, jumlah Arahat pada waktu itu sebelas orang. Akan tetapi, Bhikkhu Yasa mempunyai banyak teman yang berada di tempat-tempat jauh, semuanya berjumlah 60 orang. Mendengar sahabat mereka menjadi bhikkhu, mereka pun mengambil 29 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti keputusan untuk mengikuti jejak Bhikkhu Yasa. Mereka semua diterima menjadi bhikkhu dan dalam waktu singkat semuanya mencapai tingkat Arahat sehingga pada waktu itu terdapat 60 orang Arahat. Releksi Hidup berhura-hura ternyata tidak memberikan rasa gembira yang kekal, bahkan dapat berakibat membahayakan badan maupun batin. Apalagi hura-hura itu bersinggungan dengan alkohol dan obat-obat terlarang, dapat dipastikan kehancuran yang akan terjadi. Diskusikan dengan temanmu apa yang akan terjadi kalau kamu sebagai siswa tidak belajar dengan baik, tetapi lebih banyak begadang dan bermain yang kurang bermanfaat. D. Enam Puluh Arahat dengan Misinya Setelah Sri Bhagavā Buddha mengutus keenam puluh siswa-Nya, Ia sendiri tetap melanjutkan pembabaran Dhamma tanpa kenal lelah selama empat puluh lima tahun. Selama dua puluh tahun pertama masa pembabaran Dhamma ini, Sri Bhagavā melewatkan masa berdiam musim hujan di berbagai tempat dan vihāra baca wihara[1]. Namun, selama dua puluh lima tahun terakhir, Ia melewatkan sebagian besar masa berdiam-Nya di Sāvatthī. Berikut adalah kronologi pembabaran Dhamma yang dilakukan oleh Sri Bhagavā selama empat puluh lima tahun dari tahun 588 Sebelum Era Umum SEU berdasarkan penanggalan tradisi, atau 528 SEU berdasarkan penanggalan sejarah, atau 45 Sebelum Era Buddhis SEB, hingga 544 SEU, atau 484 SEU, atau tahun 1 SEB. TAHUN PERTAMA 588 SEU/528 SEU/45 SEB Tempat kediaman musim hujanTaman Rusa Pali Migadāya, Sanskerta Mrigadava, di Isipatana dekat Bārānasī Benares; Varanasi, Kāsi. Peristiwa utamaBuddha membabarkan khotbah pertama Dhammacakkappavattana Sutta, Anattalakkhaṇa Sutta, dan Ādittapariyāya Sutta; mengalihyakinkan kelima petapa Pañcavaggiyā; mendirikan Persamuhan Saṅgha Bhikkhu dan Tiga Pernaungan Tisaraṇa; mengalihyakinkan Yasa dan kelima puluh empat sahabatnya; mengutus para duta Dhamma pertama; mengalihyakinkan ketiga puluh pangeran yang dikenal sebagai bhaddavaggiyā di hutan Kappāsika; mengalihyakinkan ketiga Kassapa bersaudara beserta seribu orang pengikut mereka. TAHUN KEDUA SAMPAI KEEMPAT 587 – 585 SEU/527-525/44-42 SEB Tempat kediaman musim hujanVihara Hutan Bambu Pali Veluvanāramā; Sanskerta Venuvanāramā, di dekat Rājagaha, Magadha. Peristiwa utamaBuddha memenuhi janji kepada Raja Bimbisāra; menerima Vihara Veluvana sebagai pemberian dana; menyabdakan Nasihat Menuju Pembebasan Pali Ovāda Pāṭimokkha; Sanskerta Avavāda Prātimokṣa[2]; menunjuk Sāriputta dan Moggallāna sebagai siswa bhikkhu utama Pali aggasāvaka; Sanskerta agraśrāvaka; mengunjungi Kapilavatthu; mempertunjukkan mukjizat ganda Pali yamaka pāṭihāriya; Sanskerta yamaka prātihārya; menahbiskan Pangeran Rāhula dan Pangeran Nanda; mengukuhkan Raja Suddhodana, Ratu Mahāpajāpatī Gotamī, serta Yasodharā ke dalam arus kesucian; menahbiskan keenam pangeran Sākya Ānanda, Anuruddha, Bhaddiya, Bhagu, Devadatta, dan Kimbila; bertemu dengan Anāthapiṇḍika; menerima Vihara Hutan Jeta Jetavana di Sāvatthi, Kosala, sebagai pemberian dana dari Anāthapiṇḍika yang telah membelinya dari Pangeran Jeta; bertemu dengan Raja Pasenadi Sanskerta Prasenajit dari Kosala; mendamaikan sengketa antara suku Sākya dan Koliya; membabarkan Mahāsamaya Sutta. TAHUN KELIMA 584 SEU/524 SU/41 SEB Tempat kediaman musim hujanBalairung Puncak Pali Kūtāgārasālā; Sanskerta Kūṭāgārasālā, Mahāvana, di dekat Vesāli, Vajjī. Peristiwa utamaWafatnya Raja Suddhodana; Sri Bhagavā mengizinkan Ratu Mahāpajāpatī Gotamī bersama kelima ratus putri untuk menjadi bhikkhunī; mendirikan Saṅgha Bhikkhunī; membabarkan Khotbah Penyaluran Derma Pali Dakkhiṇāvibhaṅga Sutta; Sankserta Dakṣiṇāvibhāga Sūtra. TAHUN KEENAM 583 SEU/523 SEU/40 SEB Tempat kediaman musim hujanBukit Mankula Pali Mankulapabbata; Sanskerta Mankulaparvata, di dekat Kosambī, Vamsā. Peristiwa utamaRatu Khemā dari Magadha menjadi bhikkhunī dan kemudian ditunjuk sebagai salah satu dari kedua siswi bhikkhunī utama bersama dengan Uppalavannā dari Sāvatthi; Sri Bhagavā melarang mempertunjukkan mukjizat demi keuntungan pribadi dan harga diri mereka sendiri; Sri Bhagavā melakukan mukjizat ganda. TAHUN KETUJUH 582 SEU/522 SEU/39 SEB Tempat kediaman musim hujanSurga Tāvatiṃsa Sankserta Trāyastriṃśa Peristiwa utamaBuddha melakukan mukjizat; melakukan pembabaran Abhidhamma[3] di Surga Tāvatiṃsa; Ciñcāmānavikā dari Sāvatthi, memfitnah Sri Bhagavā di Vihara Jetavana. TAHUN KEDELAPAN 581 SEU/521 SEU/38 SEB Tempat kediaman musim hujanHutan Bhesakala Pali Bhesakalāvana; Sanskerta Bhēśkalāvana, di dekat Sumsumāragiri, Distrik Bhaggā, Vamsā. Peristiwa utamaPangeran Bodhi Bodhirājakumāra mengundang Sri Bhagavā ke Kokanada, istana barunya, untuk menerima dana makanan dan Sri Bhagavā membabarkan Khotbah kepada Bodhirājakumāra Pali Bodhirājakumāra Sutta; Sanskerta Bodhirājakumāra Sūtra. TAHUN KESEMBILAN 580 SEU/520 SEU/37 SEB Tempat kediaman musim hujanVihara Ghosita Pali Ghositārāma; Sanskerta Ghuṣitārāma di Kosambī, Vamsā. Peristiwa utamaMāgandiyā membalas dendam karena Sri Bhagavā menolaknya sebagai istri; terjadi sengketa di antara para bhikkhu di Kosambī. TAHUN KESEPULUH 579 SEU/519 SEU/36 SEB Tempat kediaman musim hujanHutan Kecil Rakkhita Pali Rakkhitavanaṣaṇḍa; Sanskerta Rakṣitavanaṣaṇḍa di dekat Desa Pārileyyaka, Vamsā. Peristiwa utamaKarena terjadi sengketa yang berkepanjangan di antara para bhikkhu di Kosambī, Sri Bhagavā akhirnya menyendiri di Hutan Belukar Rakkhita, di dekat Desa Pārileyyaka, ditemani oleh gajah Pārileyyaka. Pada penghujung kediaman musim hujan tersebut Ānanda, atas nama para warga Sāvatthi, mengundang Sri Bhagavā untuk kembali ke Sāvatthi. Para bhikkhu Kosambī yang bersengketa tersebut kemudian memohon maaf kepada Sri Bhagavā dan kemudian menyelesaikan sengketa mereka. TAHUN KESEBELAS 578 SEU/518 SEU/35 SEB Tempat kediaman musim hujanVihara Dakkhināgiri Sankserta Dakṣiṇagiri, di Avanti. Peristiwa utamaBuddha mengalihyakinkan Brahmin Kasī-Bhāradvāja dari Desa Ekānalā, dengan membabarkan Khotbah kepada Kasī-Bhāradvāja Pali Kasī-Bhāradvāja Sutta; menuju ke Kammasadamma di Negeri Kuru serta membabarkan Khotbah Besar/Panjang tentang Perhatian Penuh Pali Mahā-satipaṭṭhāna Sutta; Sankserta Maha-smṛtyupasthāna Sūtra dan Khotbah Besar/Panjang tentang Penyebab Pali Mahā-Nidāna Sutta; Sanskerta Mahā-Nidāna Sūtra. TAHUN KEDUA BELAS 577 SEU/517 SEU/34 SEB Tempat kediaman musim hujanVerañjā, di Pañcāla. Peristiwa utamaSri Bhagavā memenuhi undangan seorang brahmin di Verañja untuk melewatkan kediaman musim hujan sana. Sayangnya, waktu itu terjadi bencana kelaparan di sana. Akibatnya, Sri Bhagavā dan para siswa-Nya hanya memperoleh makanan mentah yang biasanya diberikan kepada kuda yang dipersembahkan oleh sekelompok pedagang kuda. TAHUN KETIGA BELAS 576 SEU/516 SEU/33 SEB Tempat kediaman musim hujanBukit Batu Cadas Cālikā Pali Cālikāpabbata; Sankserta Cālikāparvata, di Ceti[4]. Peristiwa utamaSetelah melewati kediaman musim hujan, Sri Bhagavā menuju ke Kota Bhaddiya di Anga untuk mengalihyakinkan sang hartawan Mendaka beserta istrinya yaitu Candapadumā, putranya yaitu Dhanañjaya, menantunya yaitu Sumanadevī, cucu putrinya yang berumur tujuh tahun yaitu Visākhā, serta pembantunya yaitu Punna; mengalihyakinkan Sīha, seorang panglima di Vesali yang sekaligus merupakan pengikut Nigantha Nātaputta[5]; membabarkan Khotbah Besar/Panjang Nasihat kepada Rāhula Pali Mahā-rāhulovāda Sutta; Sanskerta Mahā-rāhulovāda Sūtra. TAHUN KEEMPAT BELAS 575 SEU/515 SEU/32 SEB Tempat kediaman musim hujanVihara Jetavana, di Savatthi, Kosala. Peristiwa utamaRāhula, putra dari Pangeran Siddhattha yang kini menjadi Buddha, menerima penahbisan lanjut dan menjadi bhikkhu; Sri Bhagavā membabarkan Khotbah Kecil/Singkat kepada Rāhula Pali Cūla-rāhulovāda Sutta; Sanskerta Kṣulla-rāhulovāda Sūtra, Khotbah mengenai Bukit Semut Pali Vammīka Sutta; Sanskerta Valmīka Sūtra dan Khotbah Pali Sūciloma Sutta; Sanskerta Sūciloma Sūtra. TAHUN KELIMA BELAS 574 SEU/514 SEU/31 SEB Tempat kediaman musim hujanVihara Nigrodha Pali Nigrodhārāma; Sanskerta Nyagrodhārāma di Hutan Kecil Pohon Jawi[6], di Kapilavatthu, Kosala. Peristiwa utamaWafatnya Raja Suppabuddha, ayah-mertua Pangeran Siddhattha Sri Buddha. TAHUN KEENAM BELAS 573 SEU/513 SEU/30 SEB Tempat kediaman musim hujanCetiya Aggālava, Kota Ālavī, di antara Sāvatthi Kosala dan Rājagaha Magadha. Peristiwa utamaSri Bhagavā menyelamatkan Ālavaka yang juga dikenal dengan nama Hatthaka. TAHUN KETUJUH BELAS 572 SEU/512 SEU/29 SEB Tempat kediaman musim hujanVihara Hutan Bambu Pali Veluvanāramā; Sanskerta Venuvanāramā, Kalandakanivāpa suaka alam tempat memberi makan tupai hitam, di dekat Rājagaha, Magadha. Peristiwa utamaBuddha membabarkan Khotbah Kemenangan Pali Vijaya Sutta; Sanskerta Vijaya Sūtra; membabarkan Khotbah Nasihat kepada Sigāla Pali Sigālovāda Sutta; Sanskerta Sr̥gālovāda Sūtra, seorang perumah tangga muda Sigāla . TAHUN KEDELAPAN BELAS Sampai KESEMBILAN BELAS 571 – 570 SEU/511-510 SEU/28-27 SEB Tempat kediaman musim hujanBukit Batu Cadas Cālikā Pali Cālikāpabbata; Sankserta Cālikāparvata, di Ceti. Peristiwa utamaSri Bhagavā memberikan khotbah kepada seorang gadis penenun beserta ayahnya di Kota Ālavī; Sri Bhagavā mengalihyakinkan Kukkutamitta sang pemburu dan keluarganya. TAHUN KEDUA PULUH 569 SEU/509 SEU/26 SEB Tempat kediaman musim hujanVeluvanāramā, di dekat Rājagaha, Magadha. Peristiwa utamaBuddha menetapkan aturan-aturan Pārājika[7]; menunjuk Ananda sebagai pengiring tetap; pertemuan pertama dengan Jīvaka Komārabhacca; mengalihyakinkan Angulimāla; Sri Bhagavā dituduh atas pembunuhan Sundarī; meluruskan pandangan salah Brahmā Baka; menundukkan Raja Kobra Pali, Sanskerta Nāga Nandopananda. TAHUN KEDUA PULUH SATU SAMPAI KEEMPAT PULUH EMPAT 568-545 SEU/508-485/25-2 SEB Tempat kediaman musim hujanVihara Jetavana dan Vihara Pubba Pali Pubbārāma; Sanskerta Purvārāma di Sāvatthi, Kosalā. Peristiwa utamaKisah mengenai Raja Pukkusāti dari Gandhāra; Sri Bhagavā membabarkan Khotbah kepada Ambattha Pali Ambattha Sutta; Sanskerta Ambartha Sūtra di Desa Iccānanagala; penyerahan Vihara Pubba sebagai dana; wafatnya Raja Bimbisāra; Bhikkhu Devadatta berusaha membunuh Sri Bhagavā; menjinakkan Gajah Nālāgiri; Bhikkhu Devadatta menciptakan perpecahan di dalam Sangga; meninggalnya Bhikkhu Devadatta; pertemuan Sri Bhagavā dengan Raja Ajatāsattu Sanskerta Ajātaśatru; wafatnya Raja Pasenadi dari Kosala; membabarkan Khotbah mengenai Pertanyaan Sakka Pali Sakka Pañha Sutta; Sanskerta Śakra Praśna Sūtra. TAHUN KEEMPAT PULUH LIMA 544 SEU/484 SEU/1 SEB Tempat kediaman musim hujanDesa Beluva/Veluva Pali Beluvagāma; Sanskerta Veluvagrāma, di dekat Vesāli, Vajjī. Peristiwa utamaBuddha mengalihyakinkan Upāli Gahapati, siswa utama Nigantha Nātaputta; membabarkan ketujuh kondisi kesejahteraan bagi para penguasa dunia dan para bhikkhu; menyampaikan ceramah Cermin Dhamma Pali Dhammādāsa dhammapariyāya; Sanskerta Dharmādarśa Dharmaparyāya; menerima Hutan Mangga Pali Ambapālivana; Sanskerta Amrapālivana dari Ambapālī sebagai persembahan dana; wafatnya Sāriputta dan Moggallāna; Sri Bhagavā sakit keras; membabarkan Empat Sumber Acuan Utama Pali Cattāro Mahāpadesā; Sankserta Catu Mahāpadeśa; menyantap Sūkaramaddava[8] yang dipersembahkan oleh Cunda Kammāraputta Sanskerta Kārmāraputra – Putra Pandai Besi di Pāvā, Mallā ; menerima petapa kelana Subhadda sebagai siswa terakhir. KEGIATAN SEHARI-HARI SRI BHAGAVĀ Selama empat puluh lima tahun Sri Bhagavā membabarkan Dhamma dengan semangat. Dan setiap hari Ia melakukan kegiatan rutin-Nya tanpa mengenal jenuh. Kegiatan harian yang dilakukan Sri Bhagavā bisa dibagi ke dalam lima sesi, yaitu 1 kegiatan pagi pure-bhatta kicca, 2 kegiatan siang pacchā-bhatta kicca, 3 kegiatan waktu jaga pertama malam purimāyāma kicca, 4 kegiatan waktu jaga pertengahan malam majjhimāyāma kicca, dan 5 kegiatan waktu jaga terakhir malam pacchimāyāma kicca. Kegiatan Pagi sekitar pukul – Sri Bhagavā bangun pukul kemudian setelah mandi Ia bermeditasi selama satu jam. Setelah itu pada pukul Beliau memindai dunia dengan Mata Buddha-Nya untuk melihat siapa yang bisa Ia bantu. Pukul Sri Bhagavā menata jubah bawah, mengencangkan ikat pinggang, mengenakan jubah atas, membawa mangkuk dana-Nya, lalu pergi menuju ke desa terdekat untuk menerima dana makanan. Terkadang Sri Bhagavā melakukan perjalanan untuk menuntun beberapa orang ke jalan yang benar dengan kebijaksanaan-Nya. Setelah menyelesaikan makan sebelum tengah hari, Sri Bhagavā akan membabarkan khotbah singkat; Ia akan mengukuhkan sebagian pendengar dalam Tiga Pernaungan. Kadang Ia memberikan penahbisan bagi mereka yang ingin memasuki Persamuhan. Kegiatan Siang sekitar pukul – Pada waktu ini, biasanya digunakan oleh Sri Bhagavā untuk memberikan petunjuk kepada para bhikkhu dan untuk menjawab pertanyaan dari para bhikkhu. Setelah itu Sri Bhagavā akan kembali ke bilik-Nya untuk beristirahat dan memindai seisi dunia untuk melihat siapa yang memerlukan pertolongan-Nya. Lalu, menjelang senja, Sri Bhagavā menerima para penduduk kota dan desa setempat di aula pembabaran serta membabarkan khotbah kepada mereka. Saat Sri Bhagavā membabarkan Dhamma, masing-masing pendengar, walaupun memiliki perangai yang berlainan, berpikir bahwa khotbah Sri Bhagavā ditujukan secara khusus kepada dirinya. Demikianlah cara Sri Bhagavā membabarkan Dhamma, yang sesuai dengan waktu dan keadaannya. Ajaran luhur dari Sri Bhagavā terasa menarik, baik bagi khalayak ramai maupun kaum cendekia. Kegiatan Waktu Jaga Pertama Malam sekitar pukul – Setelah para umat awam pulang, Sri Bhagavā bangkit dari duduk-Nya pergi mandi. Setelah mandi, Sri Bhagavā mengenakan jubah-Nya dengan baik dan berdiam sejenak seorang diri di bilik-Nya. Sementara itu, para bhikkhu akan datang dari tempat berdiamnya masing-masing dan berkmpul untuk memberikan penghormatan kepada Sri Bhagavā. Kali ini, para bhikkhu bebas mendekati Sri Bhagavā untuk menghilangkan keraguan mereka, untuk meminta nasihat-Nya mengenai kepelikan Dhamma, untuk mendapatkan objek meditasi yang sesuai, dan untuk mendengarkan ajaran-Nya. Kegiatan Waktu Jaga Pertengahan Malam sekitar pukul – Rentang waktu ini disediakan khusus bagi para makhluk surgawi seperti para dewa dan brahma dari sepuluh ribu tata dunia. Mereka mendekati Sri Bhagavā untuk bertanya mengenai Dhamma yang selama ini tengah mereka pikirkan. Sri Bhagavā melewatkan tengah malam itu sepenuhnya untuk menyelesaikan semua masalah dan kebingungan mereka. Kegiatan Waktu Jaga Terakhir Malam sekitar pukul – Rentang waktu ini dipergunakan sepenuhnya untuk Sri Bhagavā sendiri. Pukul sampai Sri Bhagavā berjalan-jalan untk mengurangi penat tubuh-Nya yang menjadi kaku karena duduk sejak fajar. Pukul sampai dengan perhatian murni, Ia tidur di sisi kanan-Nya di dalam Bilik Harum-Nya Gandhakuti[9]. Pada pukul sampai Sri Bhagavā bangkit dari tidur, duduk bersilang kaki dan bermeditasi menikmati Nibbāna. Demikianlah kegiatan harian yang dilakukan oleh Sri Bhagavā, yang Ia lakukan sepanjang hidup-Nya. Catatan [1] Vihāra atau vihara dibaca wihara secara harfiah berarti tempat tinggal. Sering disebut juga dengan saṅghārāma atau ārāma Indonesia asrama, merupakan bangunan yang dipergunakan oleh para bhikkhu dan bhikkhunī untuk menetap hanya pada masa berdiam musim hujan. Istilah Indonesia untuk “biara” berasal dari kata vihāra.[2] Pātimokkha juga merupakan istilah untuk kode atau peraturan dasar disiplin keviharaan baca kewiharaan untuk para bhikkhu dan bhikkhunī.[3] Abhidhamma Sanskerta Abhidharma, dari kata abhi- penguasaan, terhadap, lanjut dan dhamma/dharma ajaran, kebenaran. Abhidhamma bisa diterjemahkan sebagai Penguasaan Dhamma atau Ajaran Lanjut.[4] Ceti atau Cetiya Sanskerta Chedi merupakan salah satu dari 16 Mahājanapada Negara Besar, yang lainnya Kāsī, Kosala, Anga, Magadha, Vajji, Mallā, Vamsā, Kuru, Pañcāla, Macchā, Sūrasena, Assaka, Avantī, Gandhāra dan Kamboja.[5] Sanskerta Nirgrantha Nathaputra. Juga dikenal dengan nama Mahavira atau Vardhamana, merupakan seorang guru aliran Nigantha/Nirgrantha atau Jain.[6] Pohon banyan India Pali Nigrodha; Sanskerta N’yagrōdha; Latin Ficus benghalensis.[7] Peraturan mengenai pelanggaran yang serius, berat, yang tidak dapat diperbaiki, dan menyebabkan pelanggarnya dikeluarkan dari kebhikkhuan.[8] Sūkaramaddava Sanskerta Sūkaramārdava, adalah nama dari sejenis makanan. Hingga sekarang, jenis makanan ini masih belum diketahui secara pasti. Secara harfiah berasal dari kata sūkara babi dan maddava lunak. Menurut Dīgha Nikāya Atthakathā kitab komentar, Sūkaramaddava atau daging babi lunak adalah daging dari seekor babi yang tidak terlalu muda atau terlalu tua, yang sudah tersedia pavattamaṃsa dan tidak dibunuh khusus untuk Sri Bhagavā; sebagian ahli menafsirkannya sebagai beras lunak yang ditanak dengan lima macam makanan olahan dari sapi; sebagian ahli lainnya mengatakan bahwa makanan tersebut adalah makanan khusus yang dipersiapkan dengan ramuan tertentu yang disebut rasāyana yang lezat dan sangat bergizi, dan sementara sebagian ahli lainnya mengatakan bahwa makanan tersebut adalah tumbuhan jamur yang digemari oleh babi.[9] Gandhakuti secara harfiah dari kata “gandha” harum dan “kuti” bilik, pondok. DAFTAR ISI PendahuluanKelahiran dan Kehidupan Istana Pangeran SiddhatthaPelepasan Keduniawian Pangeran SiddhatthaKehidupan Petapa GotamaPencerahan AgungPemutaran Roda DhammaEmpat Puluh Lima Tahun Membabarkan DhammaPerjalanan Terakhir Buddha GotamaMahaparinibbana Buddha Gotama

jelaskan tentang khotbah ketiga yang diberikan oleh buddha